Kehangatan dalam Secangkir Sarabba

Tantangan One Day One Post Batch 4 Pekan ke-4 adalah menuliskan salah satu budaya dari daerah asal atau kampung halaman. Bagi saya ada keunikan tersendiri jika membahas kampung halaman. Sebenarnya Ibu saya berasal dari Lintau, Sumatera Barat. Ayah saya berasal dari Plaju, Sumatera Selatan. Namun, kami hanya beberapa kali ‘pulang kampung’ ke sana. Malah, yang sering disebut kampung halaman oleh ibu saya adalah Makassar. Jadi, yang akan saya bahas untuk memenuhi tantangan kali ini adalah adalah salah satu minuman favorit saya selama saya di Sulawesi Selatan. Minuman hangat yang bikin nangih itu namanya Sarabba.

Sarabba ini merupakan racikan jahe, kuning telur, gula aren, santan dan merica bubuk. Aroma dari campuran bahan-bahan tersebut begitu khas dan menggugah selera. Sepintas seperti wedang jahe di Jawa. Hanya saja Sarabba ini lebih kental. Sarabba ini saat diminum dapat membuat tubuh terasa hangat. Sehingga dipercayai dapar meredakan flu, demam dan masuk angin. Selain itu yang paling utama Sarabba biasanya diminum untuk menambah stamina tubuh.

Enaknya Sarabba dinikmati saat masih hangat pada malam hari, saat sedang hujan atau di daerah yang dingin. Jika membeli Sarabba di warung-warung biasanya akan disajikan bersama dengan ubi atau pisang rebus. Harga Sarabba per gelas beragam. Mulai dari Rp7.000 sampai Rp10.000.

Wisatawan yang mengetahui Sarabba dari hasil searching di internet akan disarankan menikmatinya di sekitar Sungai Cerekang, Kota Makassar. Di sana merupakan pusat kulineran Sarabba. Namun, sebenarnya Sarabba ini dapat ditemukan baik di daerah kota maupun pedesaan.

Saya sendiri pertama kali merasakan Sarabba ini di daerah Bantaeng. Yang jarakya kurang lebih tiga jam perjalanan darat dari Kota Makassar. Jika ada kesempatan untuk datang ke Bantaeng, saya merekomendasikan menikmati Sarabba ini di sebuah warung di daerah Loka.
Sarabba di LOKA
Ayah dan Sepupu saat menikmati Sarabba di Loka
Loka adalah daerah gunung. Dingin di sana. Jalanannya menanjak. Setelah melewati beberapa tanjakan akan ada warung di sebelah kanan dan deretan gazebo di sebelah kiri. Warung tersebut tepat menghadap laut. Jadi, paket lengkap banget. Minum Sarabba hangat di atas gunung sambil memandangi hamparan laut dari kejauhan. Cocok banget untuk tempat menulis dan membaca.

Nah, bagi yang udah punya rencana ke Makassar masukkan Sarabba dalam dafrat wajib kamu, ya.

©rasacerita. Page 27 of 354. 01 Safar 1439 H

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *