Mencoba Memahami

Sosial media memenuhi salah satu kebutuhan manusia yang sulit dipenuhi dengan gaya komunikasi klasik. Dengan sosial media, manusia yang memiliki kadar ‘pengakuan’ tinggi akan lebih mudah mendapatkannya. Tinggal jepret atau rekam kemudian upload. Tunggu beberapa menit untuk mendapat notifikasi like maupun komen. Hatinya akan begitu senang. Namun, dibalik itu ada juga orang-orang yang menggunakan sosial media murni untuk berbagi. Berbagi apa yang sedang diperjuangkannya atau yang sedang dihadapinya.

Orang-orang yang seperti ini kerap disama ratakan dengan mereka yang haus ‘pengakuan’ itu. Saya sendiri kadang masih sering berujar, “ngapain, sih, yang kayak gitu diupload-upload. Kasian orang yang belum merasakan.” Dan narasi sejenis lainnya.

Sudah hampir lima hari berlalu setelah kelahiaran ponakan saya. Saya menemani sang ibu selama tiga hari berturut-turut. Hari-hari yang berat. Kami sama-sama belum berpengalaman, jadi setiap ada sesuatu dengan sang bayi itu adalah momen coba-coba. Mungkin dia mau begini atau mau begitu.

Saya merasakan kesulitannya. Kesulitan memompa asih, kesulitan menyusui bayi karena asihnya belum banyak. Saya juga merasakan bingungnya ketika sang bayi haus dan persediaan asih sudah abis, sementara sang ibu sudah sangat kelelahan untuk menyusui. Saat kemudian ada yang mengupload hasil pompa asihnya, lalu menuliskan caption seperti ‘semangat’ atau ‘pejuang asih’ atau yang sejenisnya saya tidak lagi gatel untuk menjudge. Kini saya mencoba memahami. Memahami perjuangan dibalik unggahan-unggahan mereka (unggahan di luar orang-orang yang memang saya tahu haus akan pengakuan).

Semoga saya dapat terus lebih memahami dan semakin mengerti siapa-siapa yang benar-benar berbagi dengan perjuangannya. Semoga mereka yang sedang berjuang memberikan asih kepada bayinya diberikan kekuatan sampai periode asih berakhir. Semangat ibu pejuang asih!

©rasacerita. Page 41 of 354. 14 Safar 1439 H.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *